Pusat Manajemen Risiko UNHAS Gelar Bimtek Pengisian Risk Register Berbasis Aplikasi Bagi Risk Officer Unit Kerja
Universitas Hasanuddin melalui Pusat Manajemen Risiko menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengisian Risk Register Berbasis Aplikasi bagi Risk Officer dari masing-masing unit kerja (20/06/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola manajemen risiko di lingkungan Universitas Hasanuddin, khususnya dalam mendukung proses identifikasi, analisis, evaluasi, dan pelaporan risiko secara lebih sistematis, terukur, dan terdokumentasi.
Bimbingan teknis ini diikuti oleh para Risk Officer dari berbagai fakultas, sekolah, lembaga, biro, direktorat, dan unit kerja di lingkungan UNHAS. Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai konsep dasar penyusunan risk register, alur pengisian data risiko, penentuan penyebab dan dampak risiko, penilaian tingkat kemungkinan dan dampak, penetapan level risiko, serta penyusunan rencana mitigasi yang relevan dengan tugas dan fungsi masing-masing unit.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam mendorong digitalisasi proses manajemen risiko di UNHAS. Dengan pemanfaatan aplikasi, pengisian risk register diharapkan tidak lagi dilakukan secara manual dan terpisah, tetapi dapat terintegrasi dalam satu sistem yang memudahkan proses pemantauan, pembaruan, validasi, dan pelaporan risiko secara berkala.
Pusat Manajemen Risiko UNHAS menekankan bahwa keberadaan Risk Officer memiliki peran strategis sebagai penghubung antara unit kerja dan sistem pengelolaan risiko universitas. Para Risk Officer diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam membangun budaya sadar risiko di unit masing-masing, sekaligus memastikan bahwa potensi hambatan terhadap pencapaian tujuan unit dapat diidentifikasi dan dimitigasi sejak dini.
Melalui bimtek ini, UNHAS berkomitmen untuk memperkuat implementasi manajemen risiko secara berkelanjutan. Penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, serta konsistensi dalam penyusunan risk register menjadi langkah penting untuk mendukung tata kelola universitas yang lebih akuntabel, adaptif, dan responsif terhadap berbagai tantangan organisasi.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaporan risiko pada setiap unit kerja, memperkuat koordinasi antarunit, serta mendukung pencapaian tujuan strategis Universitas Hasanuddin secara efektif dan berkelanjutan.